“Ahh sok jaim lo!” dengan ketus atau sambil bercanda kita sering dengan spontan mengeluarkan kata-kata ini, ketika ada teman kita yang menurut kita tidak bersikap apa adanya. Tapi apakah kita benar-benar tahu apa itu jaim (jaga image) atau jawi (jaga wibawa)? Secara umum jaim atau jawi itu berarti tingkah laku yang mengikuti aturan yang dilakukan agar terlihat baik. Yah jelas ini untuk menjaga citra diri agar tetap terlihat baik di mata orang lain.

Jaim yang keliru
Sebetulnya praktek jaim ataupun jawi bukan suatu hal yang buruk jika motivasi kita bukan sekedar untuk cari muka. Tetapi pada kenyataannya, banyak di antara kita yang salah mempraktekan jaim ataupun jawi. Maksud dari salah praktek adalah menjadi orang yang berpura-pura dalam bersikap, tidak jarang sikap seperti itu kemudian bertumbuh menjadi kebohongan. Memang terkadang kita sendiri juga bingung antara ingin jaim dan menjadi orang lain atau jaim dan tetap menjadi diri sendiri. Bisa jadi, kita berusaha menjaga wibawa untuk maskud dan tujuan yang baik. Tetapi pada kenyataannya, banyak diantara kia yang berusaha jaim atau jawi malah jadi sosok ‘bertopeng’ yang hidupnya penuh dengan kebohongan dan tidak menjadi diri sendiri.

Jangan jadi munafik
Jaim yang benar tidak ada yang namanya berpura-pura dan tidak menjadi diri sendiri. Tampil baik dan menunjukkan yang terbaik dalam segala hal, itu adalah keharusan dan kita perlu belajar buat itu. Tetapi kita harus ingat bahwa jaim atau jawi bukannya berpura-pura baik hanya demi dinilai ‘ok’ semua orang, serta dihormati atau dihargai orang. Mungkin selama ini kita berusaha jaim buat maksud baik, tapi pada akhirnya, kita malah terjebak menjadi orang munafik! Jaga wibawa tidak harus menjadi sosok yang hobi berpura-pura dan tidak mau tampil adanya. Jangan sampai hal ini terjadi pada diri kita.

Dua hal soal jaim
Caranya gimana kita tampil apa adanya dan tidak munafik, adalah sebagai berikut :
* Satu, tampil apa adanya tidak berarti kita menjadi tidak punya penguasaan diri. Ironisnya, ada banyak dari teman-teman kita yang dengan alasan mau tampil apa adanya lalu mereka menjadi hidup semaunya (itu jelas, karena anak-anak muda lebih suka hidup bebas yang sebebas-bebasnya tanpa ada aturan-aturan yang membatasi). Seharusnya kita tetap berpegang teguh pada aturan-aturan yang ada terlebih pada aturan TUHAN. Tampil apa adanya berarti kita tidak harus hidup di dalam kepura-puraan atau menutup-nutupi kebusukan kita.
* Dua, bahwa menguasai diri tidak berarti kita menjadi muna! Realita menunjukkan bahwa ada banyak dari kita dan teman-teman kita yang bingung ketika mereka hendak menahan diri terhadap sesuatu hal yang TUHAN tidak berkenan, karena takut dibilang muna atau jaim (dalam konotasi negative). Jangan tertipu! Jika kita mau menguasai diri meski hal itu sakit atau pahit buat kita itu berarti kita mempunyai kedewasaan dalam rohani.

Motivasi yang benar
Berikut ini ada beberapa cara agar jaim kita tidak menjadi orang-orang munafik
* Satu, hidup dan tampillah apa adanya tetapi bukan semaunya. Buang jauh-jauh hidup yang berpura-pura!
* Dua, pastikan jaim yang kita lakukan berorientasi pada hal yang positif, dan bukan untuk cari muka!
* Tiga, jangan jaim untuk dianggap baik oleh orang di sekeliling kita. Itu sama saja dengan cari muka, atau cari kemuliaan diri sendiri. Jaim seperti ini membuat orang menjadi kesal dan eneg terhadap kita.





Sumber : ika

1 Comment:

  1. Anonymous said...
    TOP MARKOTOP JOSS

Post a Comment



Newer Post Older Post Home

Statistic

tomebuck's blog. Powered by Blogger.

Please look around this blog, make yourself as comfortable as possible, and DON'T FORGET TO GIVE A COMMENT :)