BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Ada beberapa ilmuwan seperti Margareth Digby, Dr. C.R. Fay, Dr.G. Mladenant, H.E. Erdman, Frank Robotka, Calvert, Drs. A. Chaniago dan masih banyak lagi, yang masing-masing telah memaparkan pikirannya mengenai definisi dari koperasi. Dan dari berbagai definisi yang ada mengenai koperasi terdapat hal-hal yang menyatukan pengertian tentang koperasi, contohnya : koperasi adalah perkumpulan orang-orang yang mempunyai kebutuhan dan kepentingan ekonomi yang sama, yang ingin dipenuhi secara bersama melaui pembentukan perusahaan bersama yang dikelola dan diawasi secara demokratis;
Sedangkan pengertian mengenai koperasi dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian, yang mendefinisikan koperasi sebagai "Badan Usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan-badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan" .
Pemantapan idealisme dalam koperasi merupakan bagian yang terpenting bagi kehidupan berorganisasi. Melalui pemantapan idealisme ini, diupayakan agar para anggota memiliki keyakinan yang kuat terhadap hakekat keberadaan koperasi. Di dalam kehidupan berkoperasi terdapat unsur-unsur yang menjadi indikasi sehat atau tidak, antara lain sehat mental, sehat berorganisasi, dan sehat usaha.
Untuk mewujudkan unsur-unsur diatas, pengurus koperasi harus melakukan beberapa langkah, antara lain adalah dengan melengkapi sarana administrasi ketatausahaan dengan komputerisasi dan alat kantor yang memadai, ini dapat kita lihat dari perkembangan zaman dan juga didukung oleh kemajuan teknologi sehingga semua orang cenderung memilih jalan atau cara yang efisien untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam setiap hal yang dilakukannya.
Koperasi Simpan Pinjam di SD Negeri 13 Pagi adalah salah satu koperasi simpan pinjam yang sedang melakukan dua langkah diatas. Namun dalam pelaksanaannya, sarana administrasi dan pembukuan yang digunakan masih berbentuk manual sehingga kegiatan simpan pinjam tersebut masih belum mendapatkan hasil yang maksimal.
Dengan melihat permasalahan tersebut, penulis termotivasi untuk mencoba membantu mengimplementasikannya dengan mengenalkan aplikasi koperasi simpan pinjam menggunakan komputer, sebagai obyek penulisan ilmiah ini.
1.2 Batasan Masalah
Untuk mempermudah pembahasan dalam penulisan ilmiah ini dan berdasarkan hal yang telah diuraikan diatas, penulis hanya akan menguraikan permasalahan pada simpan pinjam dan juga hal yang berkaitan dengan pendataan anggota koperasi di Sekolah Dasar Negeri 13 Pagi menggunakan Microsoft Visual Studio 2008 dan MySQL.
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk membantu memudahkan kegiatan koperasi simpan pinjam serta pendataan anggota koperasi di Sekolah Dasar Negeri 13 Pagi dengan menggunakan sistem komputerisasi.
Dengan begitu, dalam pelaksanaannya kegiatan koperasi dapat lebih efisien, data-data koperasi lebih aman, memperkecil tingkat kerangkapan data sehingga dapat meningkatkan hasil yang lebih maksimal.
1.4 Metode Penulisan
Penulis menggunakan Microsoft Visual Studio 2008 dan MySQL, karena software ini sudah mendukung design dan database yang penulis butuhkan untuk membuat aplikasi Koperasi Simpan Pinjam. Sedangkan hardware yang digunakan adalah seperangkat komputer dengan spesifikasi Intel Inside Pentium IV 2.2 GHz, dan RAM 1 GB. Spesifikasi minimum untuk menjalankan aplikasi Microsoft Visual Studio 2008 ini adalah Intel Pentium III 1.8 GHz, dan RAM 256 MB.
Prosedur Pembuatan Aplikasi
Dalam setiap pembuatan aplikasi pastinya ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan agar aplikasi tersebut dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Berikut tahapan-tahapan pembuatan aplikasi tersebut :
1. Analisa Kebutuhan
Dalam tahap ini penulis mengetahui apa saja kebutuhan yang diperlukan sehingga tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai dengan baik dan benar.
2. Perencanaan
Di dalam tahap ini penulis melakukan perencanaan pembuatan aplikasi, dimana penulis harus mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh pemakai/anggota koperasi agar aplikasi simpan pinjam pada koperasi ini dapat berguna dan bermanfaat sehingga mendapatkan hasil yang maksimal bagi anggota koperasi.
3. Perancangan
Tahapan ini penulis akan membuat gambaran berupa blueprint rancangan antar muka. Rancangan aplikasi ini sendiri menggunakan struktur navigasi campuran karena dalam proses aplikasi tersebut dibutuhkan interaksi yang lebih dimana proses dapat diulang dari awal.
4. Implementasi
Di dalam tahapan ini penulis meng-implementasikan aplikasi dengan melakukan installasi perangkat lunak yang dibutuhkan, proses pembuatan database, dan pembuatan aplikasi itu sendiri.
5. Uji Coba
Tahapan terakhir ini penulis melakukan uji coba aplikasi dengan cara melakukan debugging, sehingga bila terdapat masalah pada aplikasi/gagal fungsi maka dapat diperbaiki kembali oleh penulis.
1.5 Sistematika Penulisan
Agar dapat lebih mudah dipahami bagaimana cara pembuatan aplikasi simpan pinjam pada koperasi yang ada dalam penulisan ilmiah ini, maka perlu diadakan sistematika pembahasan oleh penulis yang terbagi dalam empat (5) bab. Adapun garis besar dari tiap-tiap bab adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menerangkan latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan yang digunakan dalam penulisan ini dan sistematika penulisan.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini penulis menjelaskan landasan-landasan teori yang digunakan untuk menunjang penulisan ilmiah ini. Landasan teori tersebut antara lain pengenalan, teori-teori dasar, komponen, istilah-istilah pada pemrograman dan cara menggunakan Microsoft Visual Studio 2008 dan MySQL serta perangkat-perangkat lain yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi simpan pinjam ini.
BAB III : TINJAUAN UMUM
Dalam bab ini penulis membahas tentang gambaran umum organisasi, sejarah singkat SDN 13 Pagi, dan struktur organisasinya.
BAB IV : ANALISA DAN PEMBAHASAN
Membahas mengenai perancangan dan pembuatan aplikasi simpan pinjam di koperasi, struktur navigasi, menu hirarki dan rancangan tampilan input dan output berupa gambar/screenshot dari aplikasi tersebut.
BAB V : PENUTUP
Di dalam bab ini berisi mengenai kesimpulan dan saran-saran yang penulis berikan mengenai pembahasan pada bab-bab terdahulu pada aplikasi tersebut serta kepada pihak Sekolah Dasar Negeri 13 Pagi.
Sebelumnya kita sudah membahas penalaran deduktif secara langsung. Kali ini kita akan membahas penalaran deduktif secara tidak langsung. Terdiri dari lima, yaitu Silogisme Kategorial, Silogisme Hipotesa, Silogisme Alternatif, Silogisme Entiment dan Rantai Deduksi. Perlu diketahui format dalam Silogisme Kategorial, Silogisme Hipotesa, dan Silogisme Alternatif :
1. Premis umum : Premis Mayor (My)
2. Premis khusus remis Minor (Mn)
3. Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Berikut contoh kalimat :
1. Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial merupakan proses penalaran yang mengggabungkan dua proporsisi yang berlainan untuk menarik suatu kesimpulan. Contoh kalimat :
(My) : Semua binatang tidak memiliki akal.
(Mn) : Kera adalah binatang.
(K) : Kera tidak memiliki akal.
(My) : Semua mall mempunyai kamar mandi yang bagus.
(Mn) : Ambasador adalah mall.
(K) : Ambasador mempunyai kamar mandi yang bagus.
2. Silogisme Hipotesa
1. Premis umum : Premis Mayor (My)
2. Premis khusus remis Minor (Mn)
3. Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Berikut contoh kalimat :
1. Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial merupakan proses penalaran yang mengggabungkan dua proporsisi yang berlainan untuk menarik suatu kesimpulan. Contoh kalimat :
(My) : Semua binatang tidak memiliki akal.
(Mn) : Kera adalah binatang.
(K) : Kera tidak memiliki akal.
(My) : Semua mall mempunyai kamar mandi yang bagus.
(Mn) : Ambasador adalah mall.
(K) : Ambasador mempunyai kamar mandi yang bagus.
2. Silogisme Hipotesa
Silogisme hipotesa merupakan silogisme yang premis mayornya berproporsisi kondisional hipotesis (pengandaian).
Contoh kalimat :
(My) : Kalau saya lulus kuliah, saya akan mendapat gelar.
(Mn) : Saya lulus kuliah.
(K) : Jadi saya mendapat gelar.
(My) : Jika Alvin mendapat nilai bagus, berarti Alvin belajar.
(Mn) : Alvin mendapat nilai bagus.
(K) : Jadi Alvin belajar.
3. Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif merupakan silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proporsisi alternatif.
Contoh kalimat :
(My) : Husni seorang drummer atau keyboardist.
(Mn) : Husni seorang keyboardist.
(K) : Husni bukan seorang drummer.
(My) : Aqua adalah merk air atau makanan.
(Mn) : Aqua adalah merk air.
(K) : Aqua bukan merk makanan.
4. Silogisme Entiment
Silogisme entiment adalah silogisme yang tidak mempunyai premis mayor.
Contoh kalimat :
- David adalah seorang yang pandai memainkan keyboard karena David adalah seorang keyboardist.
- Safik adalah seorang yang tampan karena Safik seorang model.
Rantai deduksi adalah kumpulan dari seluruh penalaran deduksi baik yang langsung maupun tidak langsung.
Contoh kalimat :
- Orang yang sehat gemar berolahraga.
Sebagian yang sehat gemar berolahraga.
Andreas mempunyai badan yang sehat.
Jadi Andreas gemar berolahraga.
Karena dengan berolahraga dapat memiliki badan yang sehat.
- Kenny G adalah pemain saxophone.
Jadi Kenny G adalah seorang musisi.
Jika dihadiahi saxophone maka Kenny G akan senang.
Kenny G dihadiahi sebuah saxophone.
Maka Kenny G senang sekali.
Penalaran deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Dalam penalaran deduktif terdiri dari dua, yaitu penalaran deduktif secara langsung dan tidak langsung.
Kali ini kita akan membahas penalaran deduktif secara lansung. Berikut contoh-contoh dari kalimat penalaran deduktif.
1. Pola Kalimat :
Semua S adalah P
Sebagian P adalah S
Contoh kalimat :
Tidak satupun S adalah P
Tidak satupun P adalah S
Contoh kalimat :
Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah tidak P
Contoh kalimat :
Tidak satupun S adalah P
Semua S adalah tidak P
Contoh kalimat :
Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah tidak P
Tidak satupun tidak P adalah S
Contoh kalimat :
Dalam penalaran deduktif terdiri dari dua, yaitu penalaran deduktif secara langsung dan tidak langsung.
Kali ini kita akan membahas penalaran deduktif secara lansung. Berikut contoh-contoh dari kalimat penalaran deduktif.
1. Pola Kalimat :
Semua S adalah P
Sebagian P adalah S
Contoh kalimat :
- Semua anjing mempunyai bulu. Sebagian yang berbulu adalah anjing
- Semua rokok menyebabkan penyakit. Sebagian penyakit disebabkan oleh rokok
Tidak satupun S adalah P
Tidak satupun P adalah S
Contoh kalimat :
- Tidak satupun keyboard adalah drum. Tidak satupun drum adalah keyboard
- Tidak satupun baju adalah celana. Tidak satupun celana adalah baju
Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah tidak P
Contoh kalimat :
- Semua ranjau adalah membahayakan. Tidak satupun ranjau adalah tidak membahayakan
- Semua kapal terbang mempunyai mesin. Tidak satupun kapal terbang yang tidak mempunyai mesin
Tidak satupun S adalah P
Semua S adalah tidak P
Contoh kalimat :
- Tidak satupun air yang kering. Semua air adalah tidak kering
- Tidak satupun ayam adalah melahirkan. Semua ayam adalah tidak melahirkan
Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah tidak P
Tidak satupun tidak P adalah S
Contoh kalimat :
- Semua makhluk hidup adalah bernafas. Tidak satupun makhluk hidup adalah tidak bernafas. Tidak satupun tidak bernafas adalah makhluk hidup
- Semua karnivora adalah buas. Tidak satupun karnivora adalah tidak buas. Tidak satupun tidak buas adalah karnivora
Subscribe to:
Posts (Atom)
Statistic
tomebuck's blog. Powered by Blogger.
Please look around this blog, make yourself as comfortable as possible, and DON'T FORGET TO GIVE A COMMENT :)

